Tanam 1.500 Tanaman Kelengkeng

Foto bersama, Pertamina EP Cepu dan IDFoS Indonesia saat kunjungan di lahan kawasan hutan desa Bandungrejo.

Pemerintah terus mendorong keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan hutan melalui perhutanan sosial. Ketentuan ini mengacu pada UU Nomor 23 Tahun 2009 tentang Pengelolaan dan Perlindungan Lingkungan Hidup, PP Nomor 28 Tahun 1985 tentang Perlindungan Hutan, Permen LHK No. P.83/MENLHK/SETJEN/KUM.1/10/2016 tentang Perhutanan Sosial dan Permen LHK No. P.83/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2017 tentang Perhutanan Sosial di wilayah kerja perum perhutani.

Peraturan tersebut memberikan peluang bagi desa sekitar hutan untuk memakmurkan warganya sekaligus melestarikan hutan dan lingkungannya melalui entitas LMDH (Lembaga Masyarakat Desa Hutan)/KTH (Kelompok Tani Hutan). Dengan LMDH/KTH diberi mandat untuk mengelola hutan dengan mengembangkan usaha ekonomi produktif sekaligus melestarikan hutan dengan pendekatan agroforestry dan sistem agrosilvopastura.

Hal tersebut Seiring dengan salah satu prinsip Tanggung Jawab Social dan Lingkungan (TJSL) dari PT. Pertamina EP Cepu (PEPC) yaitu konsisten dengan pembangunan berkelanjutan dan kesejahteraan masyarakat dan juga sebagai bentuk komitmen dalam upaya kontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Implementasi dari prinsip tersebut Pertamina EP Cepu  dan SKK Migas bekerjasama dengan IDFoS Indonesia untuk melaksanakan Program Agroforestry Berbasis Kawasan Hutan Bersama Masyarakat.

Agroforestry adalah suatu bentuk pengelolaan sumber daya yang memadukan kegiatan pengelolaan hutan atau pohon kayu-kayuan dengan penanaman komoditas atau tanaman jangka pendek.

Kawasan hutan yang menjadi sasaran program berada di wilayah KPS (Kawasan Perlindungan Setempat) petak 53, 54, 40, dan 41. Dimana wilayah tersebut berada di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro.

Lahan hutan dikawasan tersebut digarap oleh pesanggem. Yang mana para pesanggem (penggarap lahan) kawasan tersebut membentuk paguyuban bernama Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Rimba Tani.

Kemudian untuk anggota LMDH Rimba Tani yang menjadi penggarap lahan berjumlah 28 orang. Semuanya berasal dari desa Bandungrejo.

Dalam program ini, LMDH Rimba Tani mendapat 1.500 bibit Pohon Kelengkeng dan 30 bibit Pohon Durian. Untuk 1.500 pohon kelengkeng ditanam di petak 53,54,40,41, dan 30 pohon durian ditanam di petak 54.

Dan hingga saat ini (24/01/2020) sudah 1.300 pohon yang tertanam.  Program agroforestry sendiri sudah berjalan sejak bulan Oktober tahun 2019 lalu.

Konsen program ini adalah pada sisi pelestarian lingkungan dan sisi kesejahteraan masyarakat. Harapannya dengan dilaksanakannya program ini yaitu dapat mengembalikan KPS sesuai dengan fungsinya serta dapat mensejahterakan masyarakat dari segi ekonominya.

Program Agroforestry Berbasis Kawasan Hutan Bersama Masyarakat tersebut di prakarsai oleh Pertamina EP Cepu, SKK Migas dan difasilitasi oleh IDFoS (Institute Development of Society) Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

IDFoS Indonesia © 2016 Frontier Theme
%d blogger menyukai ini: