Satu Tahun Kelompok Usaha Sampah “Mpok Damira” di Tengah-Tengah Masyarakat

Terbentuk melalui rembug warga dalam program Persampahan untuk Ekonomi Alternatif pada 20 Mei 2015 lalu, kelompok olah sampah Dalem Mandiri Sejahtera atau Mpok Damira telah hampir satu tahun berada di tengah-tengah masyarakat. Khususnya Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander.

Berbagai  dinamika telah dilewati selama satu tahun berjalan. Mulai beberapa kali dilakukan pergantian pengurus, kurangnya kesadaran masyarakat untuk memilah sampah, serta pengelolaan sampah untuk pengembangan bisnis, turut menjadikan Mpok Damira semakin dewasa di tahun pertama ini.

Mpok Damira dibentuk melalui program Persampahan untuk Ekonomi Alternatif sebagai unit usaha kelompok masyarakat dalam pengelolaan sampah sebagai kelompok untuk mewadahi kegiatan pilah sampah di masyarakat.

Tujuan dari program tersebut adalah untuk mengajak masyarakat menerapkan pola hidup bersih dan sehat di masyarakat melalui pilah sampah. Selain itu juga memanfatkan sampah yang masih layak untuk dimanfaatkan menjadi bahan bernilai ekonomis.

Pada awal pembentukannya setahun yang lalu hingga saat ini, kelompok usaha pilah sampah ini telah berganti kepengurusan hingga 3 kali dengan berbagai kendala dan masalah menjadi penyebab pergantian kepengurusan tersebut.

Pada organisasi sosial yang bergerak di bidang usaha sampah ini membutuhkan orang-orang yang berjiwa sosial tinggi. Setelah berganti dua kali, akhirnya pada pergantian ketiga, 4 orang yang selama ini punya loyalitas tinggi berhasil membawa Mpok Damira bertahan hingga pertengahan tahun 2016.

Empat orang tersebut adalah Eni Suharti, Mualiyah, Arif Setiyawan, dan Kasiyan. Keempatnya adalah warga Desa Ngumpakdalem. Struktur kepengurusan Mpok Damira saat ini adalah ketua, Mualiyah atau yang akrab dipanggil Bu Manaf. Bendahara, Bu Eni. Sekretaris Mas Arif dan Sie Produksi, Kasiyan.

Bukan hanya terkait struktur organisasi, dinamika lain yang dihadapi oleh Mpok Damira adalah belum sepenuhnya warga mau memilah sampah. Sehingga, pada saat dilakukan pengambilan sampah, warga masih banyak yang mencampur sampah-sampahnya.

Akibatnya, saat sampai di tempat pengolahan sampah akhir, harus dilakukan pemilahan sampah lagi, yang menambah beban kerja bagi pengurus Mpok Damira. Sehingga, Bu Eni dan Bu Manaf seringkali harus melakukan pemilahan sampah dari warga yang belum bersedia memilah sampah.

Belum semuanya warga mau memilah sampah juga menjadi problematika tersendiri bagi penggerak perubahan perilaku di masyarakat melalui kader-kader pilah sampah yang telah dibentuk juga melalui musyawarah setahun lalu.

Setahun berjalan dengan berbagai dinamika yang dialami Mpok Damira terus bertahan hingga saat ini, berkat kegigihan 4 orang yang patut diapresiasi sebagai warga penggerak perubahan di masyarakat. Selain itu keberadaan, Mpok Damira juga cukup berperan untuk memajukan perekonomian di Desa Ngumpakdalem.

Dengan adanya warga yang menabung sampah, Pemerintah Desa Ngumpakdalem juga terus mendorong perkembangan dan kemajuan Mpok Damira dengan mendukung kegiatan yang dilakukan Mpok Damira.

Pada Jumat 20 Mei 2016 mendatang pengurus Mpok Damira, yang didampingi oleh pendamping dari Institute Development of Society (IDFoS) Indonesia, akan menggelar rembug warga laporan perkembangan kegiatan.

Rencananya rembug warga akan diisi dengan kilas balik perjalanan Mpok Damira selama setahun, dan aktivitas-aktivitas yang telah dilakukan. Harapannya, rembug warga tersebut mendapatkan masukan, saran, dan usulan dari pemdes dan hadirin untuk kemajuan Mpok Damira ke depan. (iwd/yok)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

IDFoS Indonesia © 2016 Frontier Theme
%d blogger menyukai ini: