Rembug Desa Program Penguatan Kapasitas Layanan Posyandu di Kecamatan Bubulan

rembuk warga desa cancung terkait Diseminasi Program Penguatan Kapasitas Layanan Posyandu

Rabu (23/09/2020) IDFoS Indonesia menggelar rembug desa terkait Diseminasi Program Penguatan Kapasitas Layanan Posyandu. Kegiatan berlangsung di balai desa Cancung, Kecamatan Bubulan, Kabupaten Bojonegoro.

Hadir dalam rembug tersebut antara lain, Perangkat Desa Cancung, Camat Bubulan, Perwakilan Puskesmas Bubulan, ExxonMobil Cepu Ltd (EMCL), kader posyandu, tokoh masyarakat, dan tim IDFoS Indonesia.

Dimulai pukul 09.45 WIB, rembug desa dimulai dengan sosialisasi program perbaikan gizi yang akan diterapkan di Desa Cancung. Di mana, ada dua posyandu yang akan diintervensi, yaitu Posyandu Delima dan Posyandu Srikandi.

seorang kader posyandu srikandi mempresentasikan data balita didesa cancung

Usai sosialisasi, rembug dilanjutkan dengan pemaparan terkait data balita yang status kartu menuju sehat (KMS)-nya BGM (bawah garis merah), BBK (berat badan kurang), kurus, pendek dan gemuk.

Selain Desa Cancung, program perbaikan gizi ini juga diterapkan di Desa Sumberbendo, Kecamatan Bubulan. Rembug Desa Sumberbendo juga dilaksanakan di hari yang sama, pada pukul 13.30 WIB di balai desa setempat.

Diseminasi program posyandu desa Sumbertlaseh

Sama dengan Desa Cancung, di Sumberbendo juga ada dua posyandu yang nantinya akan diintervensi, yakni Posyandu Sakura dan Posyandu Kamboja. Posyandu tersebut dipilih berdasarkan banyaknya jumlah balita BGM dan BBK.

Di masyarakat ini, kebanyakan anak yang kurang gizi adalah dari keluarga tidak mampu, namun ada juga anak dari keluarga tidak mampu  tapi malah gizinya baik.

Ini mengindikasikan bahwa di masyarakat ini terdapat beberapa keluarga tidak mampu yang melakukan perilaku yang berbeda atau yang menyimpang dari kebiasaan umum. Sehingga membuat anak mereka sehat walaupun dari keluarga yang tidak mampu.

Anak dari keluarga ini yang namanya keluarga Penyimpang Positif (PP).  Keluarga PP  memiliki perilaku / strategi  yang positif dan unik sehingga mereka dapat merawat anak mereka tetap sehat. Perilaku dan kebiasaan Keluarga PP yang ditemukan di Desa Cancung ini nantinya akan dicontoh untuk memperbaiki gizi anak-anak yang kurang gizi di Desa Cancung tersebut.

Dalam pendekatan Positive Deviance (PD) yang dijadikan patokan dalam perbaikan gizi adalah anak dari keluar keluarga tidak mampu, dikarenakan sumber daya (bahan makanan) yang digunakan oleh keluarga ini akan mudah dicontoh dan juga dilakukan oleh semua kalangan dimasyarakat.

Tujuan dari program tersebut adalah untuk mempraktikkan perilaku keluarga PP untuk memulihkan atau memperbaiki  anak yang kurang gizi di wilayah tersebut, kemudian untuk mempertahankan status gizi yang sudah diperbaiki tersebut dengan melanjutkan praktek dirumah dan mencegah anak kurang gizi dimasa yang akan datang.

Program Penguatan Kapasitas Layanan Posyandu diprakarsai oleh ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), bersama Pertamina EP Cepu dan Badan Kerja Sama PI Blok Cepu, atas persetujuan SKK Migas dan difasilitasi oleh IDFoS (Institute Development of Society) Indonesia. (ika/yok)

Sebarkan...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

IDFoS Indonesia © 2016 Frontier Theme
%d blogger menyukai ini: