Ponpes Al-Rosyid Gelar Konsultasi Publik Program

Konsultasi Publik di Aula Pondok Pesantren Al-Rosyid

Pondok Pesantren Al-Rosyid, Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro yang didampingi oleh IDFoS Indonesia menggelar Konsultasi Publik  Program Pengembangan Teknologi Pengelolaan Sampah. Kegiatan dilangsungkan di Aula Pondok Pesantren Al-Rosyid pada Jum’at (21/02/2020).

Dimulai pukul 09.25 WIB, acara diawali dengan sambutan dari  pengasuh Ponpes Al-Rosyid (KH Allamul Huda). Dalam sambutannya, Gus Huda, sapaan akrab KH Allamul Huda, mengatakan kita harus merubah mindset dalam memperlakukan sampah, bahwa sampah itu adalah potensi, sampah bukanlah barang mengerikan, sampah itu potensi yang bisa kita ambil manfaatnya sehingga dapat menimbulkan semangat.

Selanjutnya, sambutan dari ExxonMobil Cepu Limited (Rifki Ramadhan). Menurut dia, dengan adanya Program Pengembangan Teknologi Pengelolaan Sampah di Pondok Pesantren al-Rosyid, ExxonMobil berharap TPS ini bisa menjadi percontohan baik dari sisi teknologinya maupun dari sisi pengelolaannya.

Terakhir sambutan dari Dinas Lingkungan Hidup (Hanif). Menurut dia, potensi dari pengelolaan sampah TPS Ponpes Al-Rosyid ini sudah terlihat, karena dari pondok sudah bekerja sama untuk saling meningkatkan.

Kemudian dilanjutkan dengan pemaparan program. Paparan disampaikan oleh Ahmad Muhajirin selaku Manager Program Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat.

Dalam hal ini, Pengelolaan sampah yang ada di Ponpes Al-Rosyid sudah lama berjalan. Yang mana pada tahun 2019 lalu, Ponpes Al-Rosyid mendapat bantuan berupa teknologi Burner Lathi Geni 2 dan Mitik dari ExxonMobil Cepu Limited melalui program Pengelolaan Persampahan Berbasis Masyarakat tahun 2019.

Dan pada program ini, fokus kepada peningkatan SDM dan juga  penambahan peralatan kelola sampah. Tujuannya untuk meningkatkan lingkungan bersih, lingkungan sehat, bebas sampah domestic dan adanya penurunan presentasi penyakit menular.

Muhajirin menjelaskan, program untuk penambahan ini, dengan tujuan besar meningkatkan lingkungan bersih, sehat, bebas sampah domestik, kemudian penurunan presentasi penyakit menular.

Dalam konsultasi publik tersebut diketahui bahwa, untuk sampah yang di hasilkan dari lingkungan Ponpes Al-Rosyid yang kemudian masuk di TPS Al-Rosyid itu pemilahannya sudah berjalan tetapi belum maksimal. Ada beberapa kendala, salah satunya kurangnya tenaga kerja dalam pengelolaan sampah dan kurangnya kesadaran warga ponpes terkait sampah.

Program Program Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat diprakarsai oleh ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), bersama Pertamina EP Cepu dan Badan Kerja Sama PI Blok Cepu, atas persetujuan SKK Migas serta difasilitasi oleh IDFoS (Institute Development of Society) Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

IDFoS Indonesia © 2016 Frontier Theme
%d blogger menyukai ini: