Pilah sampah untuk Ekonomi Alternatif Di Desa NgumpakDalem

Pernahkan kita membayangkan sudah berapa banyak sampah rumah tangga yang kita hasilkan dalam sehari,sisa sisa sayuran,plastik,bungkus makanan,bungkus sabun,shampo dan lain lain,seperti yang terjadi di Desa Ngumpak dalem kec. Dander Bojonegoro dalam satu hari saja satu rumah tangga menghasilkan1,8 Kg sampah/hari dengan total sampah di Ngumpak dalem 4,5 ton  per hari dari total 2.458 KK,lalu dikemanakan sampah sampah tersebut?dibuang disungai sungai,dibuang di tanah kosong,yang akhirnya akan menimbulkan permasalahan baru,Banjir,Penyakit  tidak bisa dielakkan lagi.

IDFoS Melalui pendanaan CSR Exxon Mobil Cepu Ltd. Melakukan pendampingan kegiatan pengolahan persampahan untuk ekonomi alternatif bagi Warga Ngumpak dalem kecamatan Dander,mulai melakukan perlakuan yang berbeda  terhadap sampah,mengapa berbeda ?sampah yang selama ini hanya dianggap barang sisa dan tidak berguna sedikit demi sedikit mulai diubah,menjadikan sampah yang tidak berguna tersebut menjadi barang yang bernilai ekonomis,diawali dengan melakukan pemilahan sampah di rumah tangga,memilah milah sampah organik dan non organik,dengan menyediakan tempat pembuangan sampah sesuai dengan jenisnya kemudian mengelompokkan sampah sampah tersebut untuk dipilah ,pada awalnya kegiatan pemilahan sampah tersebut  masih belum optimal banyak rumah tangga yang masih kerepotan untuk membuang sampah secara terpisah  oleh karena itu IDFoS bersama EMCL terus berupaya untuk membantu menyediakan sarana untuk mempermudah dalam pembuangan sampah sesuai jenisnya

Sebelum mendapatkan program ini warga Ngumpak dalem membuang sampah – sampah mereka di sungai,pekarangan,jalan dan tempat tempat terbuka yang hal ini sangat tidak sesuai dengan  pola hidup bersih dan sehat,setelah program ini berjalan masyarakat Ngumpak Dalem sedikit demi sedikit mulai membuang sampah sesuai dengan jenisnya sampah basah dan sampah kering, setelah dipilah pilah ,sampah sampah tersebut dikumpulkan,sampah organik seperti sayuran,sisa sisa bahan bakanan, dijadikan bahan pembuatan pupuk cair dan sampah sampah non organik seperti plastik,bungkus makanan,dll dijual ke pengepul dan dibuat kerajinan seperti tas,bunga,bros dll.sehingga sampah sampah yang selama ini dianggap barang yang tidak bernilai dapat menjadi barang yang bernilai ekonomis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

IDFoS Indonesia © 2016 Frontier Theme
%d bloggers like this: