Petakan Lingkungan Sekitar, Langkah Awal Metode Pemicuan

BOJONEGORO – Salah satu cara untuk mengubah perilaku buang sampah sembarangan di masyarakat adalah dengan metode pemicuan. Yaitu sebuah metode untuk mengubah perilaku atau kebiasaan buruk masyarakat dengan cara memberikan pertanyaan dalam elemen-elemen yang termasuk kata sifat seperti rasa malu, takut, harga diri dan sebagainya.

DSC_0044

Warga menggambar denah wilayah Rt. 9 dan Rt. 10

Seperti yang dilakukan Tim Persampahan Institute Development of Society (IDFoS) dalam upaya mengajak masyarakat untuk memilah sampah. Acara dilakukan pada Sabtu, I9 September 20I5.

Bertempat di halaman Masjid Baitussholihin, Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander, kegiatan pemicuan diikuti oleh masyarakat baik ibu-ibu, bapak-bapak, pemuda, dan anak-anak warga Desa Ngumpakdalem, khususnya RT 9 dan RT I0.

Dalam pemicuan, warga diajak berkumpul di halaman masjid untuk melakukan beberapa kegiatan. Salah satunya adalah memetakan lingkungan tempat tinggal mereka. Teknisnya, tim pemicuan menggunakan tepung berwarna putih. Lalu, warga diminta menggambar peta jalan dan wilayah RT 09 dan RT I0 di lantai.

Setelah gambar jalan dan wilayah RT jadi, warga diberi kertas dan diminta menulis nama mereka. Serta, meletakkannya di peta yang telah dibuat, untuk menandai lokasi rumah mereka.

Pada awalnya warga terlihat canggung untuk maju meletakkan nama sesuai denah yang dibuat. Namun, atas peran aktif kader lingkungan, yaitu masyarakat yang telah dipilih pada saat musyawarah desa program persampahan beberapa waktu lalu untuk menjadi pelopor pilah sampah di masyarakat, akhirnya warga ikut berbaur menandai rumah-rumah mereka dan menandai di mana mereka membuang sampah.

DSC_0049

Ibu rumah tangga di RT.9 dan 10 meletakkan tanda pada rumah mereka, pada saat pemetaan 

Memetakan lingkungan tempat tinggal mereka dan menandai dimana mereka membuang sampah merupakan langkah awal menunjukkan kebiasaan mereka biasanya membuang sampah. ”Dan masih ditemui warga membuang sampah di samping rumah, di belakang rumah (Jomblang) dan hal tersebut tidak sehat,” ujar pendamping kesehatan masyarakat IDFoS Indonesia, Sais Sulitoh.

Setelah mengetahui di mana mereka membuang sampah barulah elemen-elemen pengubah perilaku seperti elemen rasa malu, elemen rasa takut, elemen harga diri, elemen dosa dilakukan dalam sebuah  Focus Group Discussion (FGD). (iwd

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

IDFoS Indonesia © 2016 Frontier Theme
%d blogger menyukai ini: