Pertumbuhan Ekonomi Tinggi Belum Berdampak Atasi Pengangguran

BOJONEGORO – Indeks pertumbuhan ekonomi di Bojonegoro yang menembus 19,47 % ternyata belum berdampak dalam mengurangi angka pengangguran di Bojonegoro.

Menurut data BPS Bojonegoro pada tahun 2014, jumlah penduduk usia 15 tahun ke atas yang menganggur dan tingkat pengangguran terbuka sebanyak 20.189  jiwa. Jumlah ini kembali naik di tahun 2015 dengan menjadi 32.085 jiwa.

seminar testimoni pertumbuhan ekonomi 19%

Hal tersebut sempat dikupas dalam seminar “Testimoni Pertumbuhan Ekonomi 19,47%” yang diselenggarakan di aula Universitas Bojonegoro, Jumat (3/6/2016). Seminar itu kerja sama Unigoro dengan IDFoS Indonesia.

Menurut Dekan FISIP Unigoro, Rupiarsih, tingginya laju pertumbuhan ekonomi di Bojonegoro tak lain adalah disumbang oleh adanya eksploitasi migas. Sementara sektor non migas tumbuh 5,9 %.

Kenaikan pertumbuhan ekonomi tersebut, lanjut Rupiarsih, tidak berbanding lurus dengan pertumbuhan ekonomi, nilai tukar petani dan pembangunan. Karena, migas adalah padat hasil, bukan padat karya.

Saat naik pun yang berpengaruh adalah investor. Sedangkan indeks per kapita dihitung dari pendapatan perkapita, bukan pertumbuhan migas. Karena itu tadi, migas adalah padat modal, bukan padat karya. Sehingga, kebijakan yang diambil oleh pemerintah adalah bagaimana meningkatkan sektor non migas,” terangnya.

Sementara narasumber dari Bappeda Bojonegoro, Eriyan Dewi Fatmawati mengungkapkan, peranan sektor PDRB Bojonegoro yang besar adalah pertanian, migas, pertanian, perdagangan dan restoran.

“Yang terjadi di Bojonegoro lain, setelah adanya pengurangan lahan hasil pertanian, ternyata naik. Yang dikhawatirkan adalah menurunnya pertumbuhan manufaktur yang hal itu sedang didorong oleh pemerintah untuk mendorong di bidang pertanian dan investasi yang ramah,” tuturnya.

Sementara panelis seminar, Joko H. Purnomo dari IDFoS Indonesia menyatakan, secara teori pertumbuhan PDRB tidak akan berarti. Sedangkan pengangguran berkaitan dengan angka kemiskinan

“Menarik, jika PDRB naik belum serta merta berpengaruh terhadap kemiskinan di Bojonegoro. Angka indeks gini akan semakin turun ini harus kita kaji, upaya pemerintah terkait investasi sangat tepat, hal itu tidak hanya berhubungan dengan modal tetapi juga penyerapan tenaga kerja,” ujar bendahara IDFoS Indonesia ini. (iwd/yok)

Sebarkan...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

IDFoS Indonesia © 2016 Frontier Theme
%d blogger menyukai ini: