Pengembangan SID Tak Hanya Fokus Daerah Ring 1

BOJONEGORO – Progam pengembangan Sistem Informasi Desa (SID) yang didukung oleh operator Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) difasilitasi oleh INSIST Yogyakarta dan didampingi oleh 14 NGO (Non Government Organization) mendapat apresiasi dari Bupati Bojonegoro Suyoto.

Sebab, empat desa yang menjadi prototype pengembangan SID didominasi oleh desa yang letaknya tak berada pada wilayah operasional EMCL. Hanya Desa Mojodelik saja yang berada di daerah Ring 1. Tiga desa lainnya adalah Sedah Kidul, Kecamatan Purwosari; Ngujung, Kecamatan Temayang, dan Sidodadi, Kecamatan Bangilan, Tuban.

“Seluruh peserta SID yang saya cintai, 4 desa sebagai percontohan, Gayam, Purwosari, Tuban, Temayang, tapi justru saya ingin memberi apresiasi teman-teman LSM Mitra dan EMCL yang tidak hanya berfikir Ring 1, tapi bagaimana memajukan masyarakat di desa,” Ongkap orang nomor satu di Bojonegoro tersebut dalam sambutannya saat launching dan seminar SID di Pendopo Malowopati Bojonegoro.

Program pengembangan SID dibagi menjadi empat Cluster. Yakni, cluster Mojodelik, Sedah Kidul, Ngujung, dan Sidodadi. Masing-masing cluster didampingi oleh LSM Mitra EMCL sejumlah 14 LSM. Cluster Mojodelik didampingi oleh LIMA2B, Pijar, Tropis, ParataZkia, Bappeka, Akademika Cepu, dan Gemati. Cluster Ngujung didampingi oleh IDFoS Indonesia, InSpektra, dan Fospora. Cluster Sedah Kidul didampingi oleh Ademos. Dan cluster Sidodadi, didampingi Srikandi. (iwd/yok)

Sebarkan...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

IDFoS Indonesia © 2016 Frontier Theme
%d blogger menyukai ini: