Pandemi dan Urgensi Kerjasama Antar Stakeholder dalam Pendidikan

Oleh: Laily Mubarokah

Koordinator Divisi Perempuan IDFoS Indonesia

lailyzaki30@gmail.com / ig: @lailyzaki

Pandemi Covid-19 melanda dunia, tidak terkecuali Indonesia. Hingga 31 Agustus 2021, jumlah penduduk Indonesia yang dinyatakan positif Covid-19 sebesar 4.089.801 orang. Dari jumlah itu, 3.760.497 di antaranya dinyatakan sembuh, dan 133.023 orang meninggal dunia (Kemenkes RI, 2021).

Hantaman pandemi Covid-19 berdampak pada semua aspek. Mulai pendidikan, kesehatan, ekonomi, hingga sosial budaya. Pada sector Pendidikan, di masa pandemic harus beralih ke pembelajaran daring sesuai dengan kebijakan pemerintah dalam surat keputusan Menteri Pendidikan.

Sutopo (2020: 36) mengatakan, pembelajaran daring adalah pembelajaran jauh antara siswa dan guru yang menggunakan fasilitas jaringan internet. Pada saat ini disrupsi teknologi terjadi di dunia Pendidikan, pembelajaran tatap muka yang dilaksanakan 100 persen di sekolah, secara tiba-tiba mengalami perubahan yang sangat drastis.

Selain pembelajaran daring, Pemerintah beberapa kali menerapkan kebijakan pembatasan aktivitas publik untuk mencegah potensi penularan. Di antaranya adalah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), hingga pemberlakuan Pembatasan Skala Mikro Darurat (PPKM) level 3-4 di wilayah Jawa dan Bali. Penerapan kebijakan ini disertai dengan penegakan protokoler kesehatan yang ketat, mulai dari social distancing atau physical distancing dan kewajiban pakai masker.

Masalahnya adalah perubahan pola pembelaran, dari tatap muka ke online di rumah dengan pemanfaatan teknologi sebagai media pembelajaran, berdampak secara psikis bagi semua pihak, mulai tenaga pendidik, siswa, dan orang tua siswa. Orang tua merasa lelah bahkan stres dalam menghadapi anak dalam menuntaskan tugas anak dari rumah yang dikejar-kejar tugas.

Dari berbagai keluhan para orang tua ini, menjadi tantangan tersendiri bagi para tenaga pendidik. Mereka tetap dituntut tetap memberikan motivasi kepada peserta didik dalam melakukan pembelajaran online.

Situasi pandemi juga memaksa tenaga pendidik (guru/dosen) untuk menginovasi dirinya dan peserta didik. Bahkan, harus mampu membangkitkan semangat motivasi peserta didik dengan penjelasan materi dan tugas yang berbeda dengan berbagai metode belajar yang menarik.

Di sisi lain, pandemi ini juga membukakan mata kita, bahwa ada banyak keterbatasan dalam beradaptasi dengan perubahan pola pembelajaran, dari luring ke daring. Mulai keterbatasan kemampuan adaptasi dan penguasaan teknologi informasi oleh guru dan siswa, sarana dan prasarana yang kurang memadai, akses internet terbatas, hingga kurangnya kemauan untuk menganggarkan.

Menyikapi kondisi ini, mendesak ada beberapa langkah yang harus dilakukan oleh para pihak. Pemerintah, dalam hal ini Kemendikbud, sebaiknya segera mendapatkan teknis pelaksanaan system pembelajaran daring yang sesuai dengan standar nasional. Seluruh satuan pendidikan sebaiknya melaksanakan administrasi pembelajaran daring baik itu pencatatan kehadiran siswa, guru, staf, pengarsipan soal, hingga hasil belajar siswa. Oleh karena itu perlu adanya aplikasi khusus untuk membuat semua ini.

Bagi sekolah, penting untuk menyiapkan konsep pembelajaran daring (jarak jauh) yang memudahkan semua pihak, menentukan media pembelajaran yang inovatif dan bisa di mengerti oleh peserta didik, mendesain pembelajaran daring yang efektif, menentukan durasi waktu belajar, menentukan jenis evaluasi, hingga menjalin kesepakatan antara guru dan orang tua siswa.

Sedangkan bagi orang tua, harus selalu mendukung program daring yang diberlakukan di sekolah. Selain itu, orang tua membuat tempat yang nyaman saat belajar, orang tua harus aktif dan intens dalam melaporkan hasil pengawasan anaknya kepada wali kelas atau guru secara intens. Sementara bagi siswa, hendaknya patuh dan mengikuti pembelajaran daring dengan baik sebagaimana yang telah diinstruksikan oleh sekolahnya. (yok)

Referensi

https://www.detik.com/tag/ppkm-darurat

Artikel https://money.kompas.com/read/2021/07/21/113923526/ppkm-darurat-berubah-jadi-ppkm-level-3-4-cek-syarat-terbaru-bepergian?page=all

Fahrina, Aprilia. 2020. Minda Guru Indonesia: Pandemi corona, Disrupsi Pendidikan dan kreativitas guru. Banda Aceh : Syiah Kuala University press

Fahrina, Aprilia. Amelia, Carla. Zahara, Rita, Cut. 2020. Minda Guru Indonesia: Peran guru dan keberlangsungan pembelajaran di masa pandemi. Banda Aceh : Syiah Kuala University press

Jurnal file:///C:/Users/hp/Downloads/331350-problematika-pembelajaran-jarak-jauh-pad-f67e8dbd.

Sebarkan...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

IDFoS Indonesia © 2021
%d blogger menyukai ini: