Monitoring Program di Posyandu Kamboja

Foto bersama usai monitoring kegiatan Pos Gizi

BOJONEGORO – IDFoS Indonesia bersama Dinas Kesehatan Bojonegoro dan EMCL melaksanakan monitoring kegiatan Pos Gizi (Pendidikan dan Rehabilitasi Gizi) dalam Program Penguatan Kapasitas Pelayanan Posyandu, Kamis (11/02/2020). Tepatnya di Posyandu Kamboja Desa Sumberbendo, Kecamatan Bubulan, Kabupaten Bojonegoro.

Monitoring dilakukan bersama para  stakeholder diantaranya Diikuti oleh Dinas Kesehatan Bojonegoro, Kepala Desa Sumberbendo, ketua PKK desa Sumberbendo,  kader posyandu desa Sumberbendo, Bidan desa (Sumberbendo dan Cancung), ahli gizi puskesmas bubulan, EMCL dan tim IDFoS Indonesia.

Kunjungan ini bertujuan untuk menyaksikan pelaksanaan kegiatan Pos Gizi (Pendidikan dan Rehabilitasi Gizi) di Posyandu Kamboja Desa Sumberbendo, Kecamatan Bubulan.

Perwakilan dari Dinkes Bojonegoro dalam kunjungan Pos Gizi memberikan semangat pada Ibu balita dalam merawat anak

Sujatmi, S.ST, MM, perwakilan dari Dinkes Bojonegoro dalam kunjungan tersebut menyampaikan tentang pentingnya untuk datang ke posyandu setiap bulannya. Dengan begitu, tumbuh kembang anak akan selalu terpantau. Serta telaten dalam pemberian makan pada anak.

Pos Gizi di Desa Sumberbendo  sudah  dilakukan selama tiga putaran yaitu bulan November, Desember dan Januari. Pesertanya rata-rata adalah balita dengan status gizi kurang (garis kuning).

Perlu diketahui bahwa dalam Pos Gizi anak diberi makan bersamaan, pemberian makan secara bersama-sama dalam kegiatan pos gizi sangat penting karena makan bersama dapat membantu mengatasi kurangnya selera makan, anak-anak yang duduk bersama makannya lebih mudah ibunya juga tidak kesulitan dalam menyuapi.

Para pengasuh saat menyuapi balitanya

Satu komponen utama dari keberlangsungan Pos Gizi adalah keterlibatan masyarakat. Sebab program ini tidak hanya mengenai perbaikan gizi anak secara individual melainkan untuk masa depan semua balita yang ada di desa tersebut. Hal ini juga mengenai membangkitkan kesadaran masyarakat akan masalah kurang gizi pada anak.

Dengan adanya kenaikan berat badan para peserta Pos Gizi  yang rata-rata naik 400 gram selama 10 hari membuat masyarakat menyaksikan sendiri perubahan besar yang dicapai atas kerja keras para Kader dan peserta pos gizi.

Sebagai tindak lanjut kegiatan Pos Gizi, Pemerintah Desa Sumberbendo telah menganggarkan dana untuk pelaksanaan Pos Gizi kedepannya. Selain itu masyarakat Desa Sumberbendo juga ikut memberikan kontribusi berdasarkan kebutuhan pelaksanaan Pos Gizi, kontribusi tersebut berupa bahan Non PD (beras, Gas, Minyak dll). Dengan begitu Desa dapat melaksanakan kegiatan Pos Gizi secara mandiri saat pendampingan dari IDFoS sudah berakhir.

Kunjungan rumah balita PD (Positive Deviance)

Usai melaksanakan kunjungan di Pos Gizi, para stakeholder kemudian beralih mengunjungi balita yang sudah lulus dalam kegiatan Pos Gizi. Di mana awalnya sebelum mengikuti pos gizi balita tersebut status KMS-nya berada d warna kuning dan setelah mengikuti pos gizi selama 10 hari status gizinya berada di warna hijau (yang  berarti gizinya baik).

Saat dikunjungi pun sang anak sedang belajar mewarnai gambar di meja belajarnya dan anak terlihat lebih ceria.

Kegiatan monitoring merupakan rangkaian tahapan dari Program Penguatan Kapasitas Layanan Posyandu diprakarsai oleh ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), bersama Pertamina EP Cepu dan Badan Kerja Sama PI Blok Cepu, atas persetujuan SKK Migas dan difasilitasi oleh IDFoS (Institute Development of Society) Indonesia. (ika/yok)

Sebarkan...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

IDFoS Indonesia © 2021
%d blogger menyukai ini: