Gayeng, FGD Penyampaian Hasil Penelitian Puskesmas Ponco

TUBAN – Salah satu kegiatan untuk melengkapi data dalam penyusunan draft Maklumat Pelayanan adalah dilakukannya kegiatan Focus Group Discussion (FGD) penggalian data, dengan melibatkan forum masyarakat Madani, sebutan untuk forum masyarakat peduli kesehatan di Kabupaten Tuban.

Penyampaian Hasil Penelitian Puskesmas PoncoDiskusi kelompok terfokus tersebut dilaksanakan pada Kamis (19/5/2016) di ruang pertemuan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Ponco, Kecamatan Parengan, Tuban.

Acara yang digelar dengan format lesehan tersebut berjalan lancar dan gayeng. FGD dikuti oleh kurang lebih 32 orang. Acara tersebut dimulai pukul 09.00 WIB, yang diawali dengan prakata dari moderator. Kali ini perwakilan dari STAI Al Hikmah, Zakiya.

Perempuan yang juga berprofesi sebagai dosen STAI Al Hikmah itu mengungkapkan, diskusi kali ini bertujuan untuk menyampaikan hasil penelitian dan menggali masukan, saran, dari peserta yang akan menjadi poin- poin dalam penyusunan draft Maklumat Pelayanan.

“Perlu diketahui, pertemuan ini bukan untuk menghakimi atau menjelek-jelekkan puskesmas, namun bertujuan untuk memperbaiki pelayanan, dengan adanya masukan-masukan untuk perbaikan puskesmas,” ungkapnya.

Acara dilanjutkan dengan penyampaian harapan dari Kepala Puskesmas Ponco, Dr. Roikan. Dalam sambutannya, dia berharap agar ada keseimbangan antara puskesmas dan masyarakat.

“Masyarakat punya kewajiban, Puskesmas Ponco juga punya kewajiban. Ke depan, kita harapkan ada solusi terhadap masalah yang ada. Hak dan kewajiban dari masyarakat terpenuhi, serta hak dan kewajiban kita tunjukkan ke mayarakat,” ucapnya.

Acara dilanjutkan dengan penyampaian hasil penelitian menggunakan dua metode yang telah dilakukan beberapa waktu yang lalu. Yakni, metode kuantitatif dengan kuisioner dan metode kualitatif dengan observasi dan wawancara mendalam. Ini disampaikan Sunariyo dari IDFoS.

Dalam paparannya, pria yang juga Ketua Divisi Riset dan Teknologi di IDFoS Indonesia tersebut menyampaikan hasil penelitian dengan dua metode itu.

Menurut dia, dari metode kuantitatif, ada 9 indikator yang ditetapkan. Yakni, Waktu, Sikap dan Integritas, Betersediaan SDM, Biaya, Kebersihan, Sarana dan Prasarana, Hak dan Kewajiban, Penataan ruang, serta kenyamanan dan keamanan.

Dari dua metode tersebut, dilakukan analisa untuk membandingkan dan menghubungkan yang akan menghasilkan poin- poin yang akan dibahas dalam FGD ini.

Suasana cair dan hidup ketika disampaikan hasil penelitian dengan metode kualitatif. Karena, banyak ditemukan berbagai permasalahan dari 9 aspek tersebut.

Banyak warga yang bertanya dan menanggapi hasil penelitian itu. Bahkan, di beberapa bagian forum tampak bersemangat membenarkan hasil dari penelitian tersebut.

Salah satunya disampaikan Ibu Tinuk, kader posyandu dari Desa Sendangrejo. Menurut dia, sikap dari petugas masih kurang. Itu terlihat saat melayani ada yang masih senang memegang ponsel.

“Saya kira cukup mengganggu sekali kaitannya dengan HP. Dari rumah inginnya dilayani dengan cepat, eh petugasnya asyik main HP. Bagaimana mengenai hal ini untuk dibahas, dengan membuat perjanjian apakah HP-nya dikumpulkan, atau kalau kerja pegang HP didenda,” ungkap Tinuk.

Antusiasnya masyarakat yang bertanya dan menanggapi dalam forum tersebut membuat beberapa masukan dan usulan akan ditampung dan dibahas pada pertemuan selanjutnya. Sebelum acara berakhir, dilakukan pembentukan tim penyusunan Maklumat Pelayanan yang berjumlah 9 orang, terdiri dari unsur PKM dan dari unsur FMM. (iwd/yok)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

IDFoS Indonesia © 2016 Frontier Theme
%d blogger menyukai ini: