FGD Penentuan Tingkat Kesejahteraan

Manajer program, Sunariyo saat memfasilitasi penentuan whealt rangking di desa Cancung, Kecamatan Bubulan.

Senin (28/09/2020) bertempat di Posyandu Delima, Desa Cancung, Kecamatan Bubulan dilaksanakan Focus Group Discussion (FGD) Penentuan Tingkat Kesejahteraan atau Whealt Ranking dalam program Peningkatan Kapasitas Pelayanan Posyandu Tahun 2020 kerjasama IDFoS Indonesia dengan ExxonMobil Cepu Limited.

FGD dimulai pukul 09.20 WIB, dihadiri oleh 24 peserta yang terdiri dari kader, bidan desa, tokoh masyarakat, perwakilan perangkat desa, RT, RW, RT, PKK dan tim IDFos Indonesia.

Whealt Ranking adalah cara menentukan status ekonomi keluarga balita sesuai kondisi lokal masing-masing desa dengan tiga kriteria yaitu Mampu (M), Sedang (S) dan Kurang Mampu (M).

Tujuan Whealt Ranking adalah untuk menentukan kriteria status sosial masyarakat dan untuk memahami pengelompokan masyarakat berdasarkan peringkat ekonominya sesuai dengan konteks lokal.

Dalam diskusi tersebut, fasilitator mengajak para peserta merenungkan kriteria-kriteria apa saja yang dimiliki oleh keluarga mampu, keluarga sedang dan keluarga kurang mampu di Desa Cancung. Sehingga, dalam hal ini, masyarakat sendiri yang menentukan kriterianya.

Kriteria yang digunakan adalah berdasarkan kepemilikan yang dapat dilihat (kasat mata) seperti: rumah, sawah, kontrakan, luas tanah yang dimiliki, kendaraan, pekerjaan, hewan peliharaan, perhiasan yang dipakai, pendidikan dll.

Setiap masyarakat mempunyai sudut pandang yang berbeda dalam mengkategorikan masyarakat berdasarkan status sosial ekonominya. Karena standar yang digunakan tentunya berbeda antara satu wilayah dengan wilayah yang lainnya.

Penentuan peringkat kesejahteraan tersebut nantinya  akan digunakan untuk menentukan keluarga Penyimpang Positif (Keluarga kurang mampu tetapi memiliki balita sehat). Kalau keluarga kurang mampu saja bisa sehat, maka keluarga lainpun pasti bisa sehat juga.

Usai menentukan kriteria tingkat kesejahteraan, kemudian peserta diajak menentukan minimum indikator (3-4 indikator) yang harus dipenuhi untuk menentukan bahwa keluarga tersebut dapat dikatakan sebagai keluarga mampu, sedang dan kurang mampu.

Tindak lanjut dari kegiatan tersebut adalah dilakukan penentuan keluarga penyimpang positif (PP) dengan menggunakan whealt rangking sebagai salah satu kriteria penentu keluarga PP. (ika/yok)

Sebarkan...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

IDFoS Indonesia © 2016 Frontier Theme
%d blogger menyukai ini: