Dinamika Satu Tahun Mpok Damira

BOJONEGORO – Setelah hampir satu tahun berada di tengah-tengah masyarakat, kelompok usaha olah sampah Dalem Mandiri Sejahtera atau Mpok Damira menggelar rembug warga pada Jumat (20/5/2016).

Rembug warga perkembangan kegiatanBertempat di Balai Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander, acara yang bertajuk rembug warga perkembangan kegiatan kelompok olah sampah Mpok Damira diikuti oleh Pemerintah Desa Ngumpakdalem, BPD, tokoh masyarakat dan kader pilah sampah di Desa Ngumpakdalem.

Dimulai pukul 14.07 WIB, rembug warga sudah menjadi agenda pengurus Mpok Damira dan pendamping dari IDFoS, untuk menyampaikan kegiatan dan aktivitas bisnis Mpok Damira selama satu tahun ini kepada masyarakat.

Dengan harapan, dengan diselenggarakannya musyawarah ini akan mendapatkan berbagai masukan, saran dari masyarakat untuk kemajuan Mpok Damira ke depannya.

Dalam acara tersebut, dipaparkan permasalahan yang hingga kini menjadi tantangan tersendiri bagi pengurus Mpok Damira dalam menjalankan usahanya. Antara lain masih sangat minimnya warga yang mau memilah sampah. Hal tersebut disampaikan oleh perwakilan Mpok Damira, Eni Suhartini.

Masalah lainnya adalah kurangnya pasokan sampah yang dikelola Mpok Damira. Karena, warga menjual sampah layak jualnya ke pengepul sampah yang mengakibatkan minimnya pendapatan yang diperoleh tenaga pengolah sampah di Mpok Damira.

”Karena, unit usaha Mpok Damira hanya mengandalkan penjualan sampah layak jual dan juga pengolahan bijih plastik,” kata Manajer Program Persampahan untuk Ekonomi Alternatif Ainun Naim, MR.

Dalam rembug warga, Naim juga menyampaikan kurangnya tenaga di Mpok Damira. Itu terjadi karena petugas masih melakukan lebih dari dua pekerjaan.

“Karena sampah sampah dari masyarakat belum terpilah yang mengharuskan petugas memilah saat tiba di tempat pengolahan sampah. Ini menambah beban kerja pengurus,” tambah Naim.

Selain permasalahan itu, pada rembug perkembangan kegiatan juga diperoleh berbagai masukan dari warga. Antara lain, warga berharap pengelolaan sampah ini terus dilanjutkan. Bahkan, mereka bersedia membayar setiap pengambilan sampah yang dilakukan.

Terkait hal tersebut masih menjadi pembahasan bagi pengurus Mpok Damira dan pendamping Program Persampahan untuk Ekonomi Alternatif sebagai embrio lahirnya Mpok Damira.

Selain itu, warga juga menginginkan pemdes terus mendukung kegiatan Mpok Damira dengan lebih intensif. Serta, mendorong adanya sosialisasi dan pemicuan kepada siswa SD dan warga terkait PHBS. (iwd/yok)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

IDFoS Indonesia © 2016 Frontier Theme
%d blogger menyukai ini: