Deteksi Dini,Pelayanan KIA Wajib Tawarkan Tes HIV untuk Ibu Hamil

Salah satu indicator fenomena Gunung Es adalah ketika ditemukan satu penderita maka ada 5 penderita yang belum ditemukan,lebih banyak data yang tidak diketahui daripada yang diketahui,seperti kasus HIV – AIDS,jumlah penderitas HIV – AIDS yang ditemukan jumlahnya hanya sedikit sedangkan penderita yang belum ditemukan jumlahnya lebih banyak dan masih tersembunyi,

salah satu penyebab belum ditemukannya penderita HIV-AIDS adalah masih Kurangnya Deteksi dini seperti disampaikan oleh Dr. Weny Diah Kasi pengendalian penyakit dinkes bojonegoro dalam diskusi yang digelar oleh IDFoS,salah satu penyebabnya adalah penderita sendiri yang masih belum mau membuka diri,hal tersebut diakibatkan stigma di masyarakat terhadap Penyakit HIV-AIDS masih sangat tinggi,ketakutan akan pengasingan,pencemohan dan diskriminasi membuat orang enggan untuk periksa,beliau menambahkan“sebagian besar penderita yang ditemukan sudah dalam kondisi AIDS”,sebagai upaya untuk mengurangi penularan HIV – AIDS perlu dilakukan pemeriksaan terhadap orang yang dinilai berpotensi menularkan virus HIV,seperti pekerja seks komersial,pemakai Narkoba,penderita TB dan termasuk Ibu Hamil,kenapa ibu hamil juga dianjurkan untuk dilakukan tes HIV-AIDS?bahwa kasus HIV dan AIDS di kalangan masyarakat, khususnya perempuan usia produktif, cenderung meningkat sehingga menjadi ancaman potensial terhadap kesehatan masyarakat ,Selain itu pelayanan Pencegahan Penularan HIV dari Ibu ke Anak merupakan salah satu upaya penanggulangan HIV dan AIDS yang terintegrasi dengan pelayanan kesehatan ibu dan anak pada fasilitas pelayanan kesehatan,sesuai dengan permenkes RI No. 51 tahun 2013 tentang Pedoman Pencegahan Penularan HIV dari Ibu Ke Anak,bahwa tes HIV, skrining IMS dan tes sifilis merupakan pemeriksaan yang wajib ditawarkan kepada semua ibu hamil pada daerah epidemi HIV meluas dan terkonsentrasi yang datang ke layanan KIA/KB.

Untuk di Bojonegoro sendiri Menurut penuturan Dr. Wenny Diah p. bahwa telah dilakukan sosialisasi kepada Bidan desa maupun polindes di wilayah bojonegoro untuk menawarkan tes HIV kepada Ibu hamil,harapannya untuk mengurangi penularan HIV/AIDS dari Ibu ke anak,namun hal tersebut harus dengan persetujuan dari yang bersangkutan,tuturnya

Dr. Farid Al Hasan dari RS. Sosodoro Djatikoesomo menambahi bahwa sejauh ini organisasi kesehatan dunia atau Who (World Health Organization) masih menekankan bahwa tidak bisa melakukan pemeriksaan tanpa persetujuan dari yang bersangkutan,namun hal tersebut dapat dilakukan dengan inisiatif petugas kesehatan.

Sebarkan...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

IDFoS Indonesia © 2016 Frontier Theme
%d blogger menyukai ini: