Desember, Masuk Tahap Pelaksanaan Pembangunan

BOJONEGORO – Pelaksanaan Program Aksi Kemitraan Pemberdayaan Masyarakat (Patra Daya) tahun 2015 hingga awal bulan Desember 2015 ini sesuai dengan tahapan program. Yakni, pada tahap pelaksanaan pembangunan di enam desa.

Saat ini, enam desa tersebut, yakni Desa Beged, Ngraho, Sudu, Sukoharjo, (Bojonegoro) dan Mentoro dan Karangagung (Tuban) telah melaksanakan pembangunan. Progres pembangunan fisik di enam desa tersebut rata-rata sudah mencapai 50 %.

Akhwan, salah satu pendamping teknik IDFoS Indonesia, menjelaskan, di Desa Beged, hingga saat ini pembangunan jalan paving sudah mencapai 40 %, dari total pengerjaan jalan paving di dua lokasi. Dengan volume, lokasi I panjang 206 meter X 2,5 meter dan lokasi II, 104 meter X 1,5 meter.

“Untuk pengerjaan jalan paving di Beged sementara masih berhenti sejak tiga hari yang lalu, karena masih menunggu material kanstin dan juga pasir,” kata Akhwan, Kamis (10/12).

Selain Beged, dua desa dampingan Akhwan lainnya, yakni Mentoro dan Karangagung, pembangunan gedung PAUD di Desa Mentoro (Soko, Tuban) hingga kini sudah mencapai 45 %. Dengan pengerjaan pemasangan keramik dinding dan pengecatan.

Rencananya pada minggu depan akan dilanjutkan dengan pemasangan keramik lantai. Sementara untuk pembangunan di Desa Karangagung, hingga saat ini sudah dimulai pengerjaan pos penjagaan tambat labuh.

“Untuk progres fisik pembangunan di Karangagung sudah mencapai 40 % dan saat ini dilajutkan untuk pengedekan lantai,” terang Akhwan.

Sementara tiga desa lainnya, Desa Ngraho, Sudu, dan Sukoharjo, didampingi pendamping teknik Rizal Zubad F. Pria berkacamata tersebut pun menjelaskan progres fisik tiga desa yang didampinginya.

Di Desa Ngraho, untuk pembangunannya hingga saat ini sudah 70 % dengan jenis bangunan penerangan jalan umum (PJU) di 31 titik. Dan pemasangan jalan paving poros desa dengan volume 250 meter X 3,5 meter.

Untuk pemasangan PJU sudah selesai di 31 titik di Ngraho. Sementara untuk pemasangan jalan paving masih dalam proses pengadaan material.

Progres fisik di Ngraho melampaui target yang ditentukan. Karena, pihak desa menginginkan agar pembangunan segera selesai. ”Sehingga, untuk pendanaan ditanggung sementara oleh desa,”ungkap Rizal.

Dia menambahkan, untuk Sudu dengan jenis pembangunan normalisasi sungai, hingga awal Desember ini pengerukan sudah sepanjang 1.100 meter dari total panjang 1.700 meter.

Desa dampingan Rizal lainnya, Sukoharjo, untuk progres fisiknya sudah 50 % dengan jenis pembangunan tiga titik jembatan lingkungan dan juga 4 titik jalan.

Program Patra Daya adalah program peningkatan infrastruktur pedesaan yang didanai oleh sharing cost penunjang operasional ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), Pertamina EP Cepu, Badan Kerja Sama PI Blok Cepu, atas persetujuan SKK Migas. Adapun IDFoS sebagai pelaksana program tersebut. (iwd/yok)

Sebarkan...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

IDFoS Indonesia © 2016 Frontier Theme
%d blogger menyukai ini: