Awali Pelaksanaan Program dengan Koordinasi

Koordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro

Bojonegoro – Malnutrisi atau kondisi kekurangan gizi merupakan salah satu hal yang dapat menghambat tumbuh kembang balita. Jika masalah gizi tersebut tidak ditangani sejak dini, bisa mengakibatkan balita lebih rentan terhadap penyakit, serta bisa menurunkan kualitas hidup.

Kurang gizi pada balita tidak hanya dipengaruhi oleh apa yang ia makan secara langsung, melainkan juga dipengaruhi oleh asupan gizi ibu, terutama saat hamil.

Karena, permasalahan kekurangan gizi bukan hanya masalah kesehatan tetapi yang utama adalah permasalahan perilaku yang meliputi kesehatan, perawatan, mencari layanan kesehatan, hygiene, dan sanitasi.

Dalam mendukung penanganan kasus balita kurang gizi di Bojonegoro, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) bersama Pertamina EP Cepu dan Badan Kerja Sama PI Blok Cepu, atas persetujuan SKK Migas memprakarsai Program Penguatan Kapasitas Layanan Posyandu, yang fasilitasi pelaksanaannya oleh IDFoS Indonesia (Institute Development of Society).

Sebelumnya, program-program serupa telah dilaksanakan di Kecamatan Balen dan Kecamatan Dander. Kali ini program di bidang kesehatan tersebut akan dilaksanakan di Kecamatan Bubulan.

Ada dua desa di Kecamatan Bubulan yang menjadi penerima manfaat program, yakni Desa Cancung dan Sumberbendo yang rencananya akan digunakan sebagai lokasi pelaksanaan Program Penguatan Kapasitas Layanan Posyandu di tahun 2020.

Jum’at (12/06/2020) lalu, tahap awal program telah dilaksanakan koordinasi tingkat kabupaten, yaitu di Dinas Kesehatan Bojonegoro.

Kegiatan dihadiri oleh Kabid Kesmas (dr. Lucky), Promkes Dinas Kesehatan (Bu Erni), EMCL (Hasti Asih), dan IDFoS Indonesia ( Sunariyo, Lely Mubarokah, Devi Indriani).

Hasil dari pertemuan tersebut adalah tersosialisasikannya Program Penguatan Kapasitas Layanan Posyandu tahun 2020. Kemudian, pihak Dinas Kesehatan mendukung adanya program posyandu yang akan dilaksanakan di Kecamatan Bubulan dengan tetap menggunakan protokol Covid-19.

Dalam kegiatan itu sekaligus meminta izin kepada Dinas Kesehatan untuk melakukan koordinasi lanjutan di Puskesmas Bubulan. Ini dilakukan agar terjadi sinkronisasi tujuan antara Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro dan Puskesmas Kecamatan Bubulan.

Pada Rabu (17/06/2020), dilanjutkan dengan koordinasi program di Puskesmas Bubulan. Bertempat di ruang pertemuan Puskesmas Bubulan koordinasi diikuti oleh beberapa pihak, antara lain Kepala Puskesmas Bubulan (dr. Novi), EMCL (Hasti asih), Manajer Program Tahun 2020 (Sunariyo).

Manajer Program Tahun 2019 (Laily Mubarokah), pendamping program (Devi, Puput), Dinas Kesehatan (Bu Erni dan Pak Agus), Bidan Desa Cancung (Bu Kiswati), Staff Gizi Puskesmas Bubulan (Titit).

Pihak puskesmas Bubulan menyambut baik dan mendukung program yang akan dilaksanakan di Desa Cancung dan Sumberbendo. Pihak puskesmas juga akan menyiapkan fasilitas tempat apabila diperlukan untuk pelaksanaan kegiatan program. Dalam hal ini IDFoS Indonesia (Institute Development of Society) akan memfasilitasi pelaksanaan program tersebut. (ika/yok)

Sebarkan...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

IDFoS Indonesia © 2016 Frontier Theme
%d blogger menyukai ini: