Assesment BUM Desa Usaha Bakti Manunggal Desa Kaliombo

Tim lapangan saat melakukan penggalian data

BOJONEGORO – Usai melaksanakan koordinasi para pihak dan sosialisasi Program  Peningkatan Mata Pencaharian Masyarakat Melalui Optimalisasi Unit Bisnis BUMDesa, langkah lanjutan yang dilakukan manajemen program IDFoS Indonesia adalah melaksanakan assessment.

Proses assessment BUMDesa Kaliombo yang mempunyai nama “BUMDesa Usaha Bakti Manunggal” telah dilakukan pada 24 september 2021 dan tanggal 28 September 2021.

Tujuannya untuk mendapatkan data-data awal tentang BUMDesa. Data inilah yang nantinya akan ditindaklanjuti melalui intervensi program. Adapun indikator yang di-asessment meliputi Kelembagaan, Manajemen Operasional Usaha, Permodalan serta Manajemen Keuangan.

Dalam penggalian data tersebut, tim pendamping lapangan IDFoS Indonesia mewawancarai 3 pengurus BUM Desa. Yakni, Lilik Sugiarto , selaku Ketua BUM Desa; Pujiono, sebagai Bendahara; dan Heri Purwanto, sebagai Sekretaris.

Tim lapangan saat melakukan penggalian data

Selain itu tim lapangan juga melakukan penggalian data kepada Ahmad Yusin Suyanto selaku Ketua BUMDesa yang menjabat pada periode sebelumnya.

Kemudian , Rohmad Edi Suyanto, selaku Kepala Desa Kaliombo yang berperan sebagai Penasehat di BUMDesa serta Purwanto selaku pengawas BUMDesa.

Dalam proses assessment, tim lapangan mendapatkan temuan data berupa personalia yang mendapat gaji adalah Komisaris, Pengurus dan Kepala unit. Untuk nilai gaji personalia belum ditentukan besaran nilainya.

BUMDesa juga belum memiliki SOP tentang kepegawaian, aturan tentang pemutusan hubungan kerja, sistem pengembangan personalia dan mekanisme pengaduan.

Belum ada dekripsi tugas sehari-hari dari pengurus/pelaksana BUMDesa, BUMDesa tidak memiliki aturan tentang kewajiban memiliki Kontrak kerja/ SK bagi personalia tetap.

Selain itu BUMDesa saat ini memiliki 1 rekening tabungan biasa di BRI, dimana penandatangan pembukaan rekening dilakukan oleh Pengurus dan Bendahara. Kemudian BUMDesa juga tidak memiliki buku-buku keuangan dan inventaris pendudukung lainnya.

Dengan ditemukannya data-data tersebut, maka untuk kepengurusan baru yang akan disahkan masih perlu adanya dampingan dan pengawasan yang intens.

Kegiatan need assessment ini adalah salah satu tahapan atau langkah awal dalam pelaksanaan Program  Peningkatan Mata Pencaharian Masyarakat Melalui Optimalisasi Unit Bisnis BUMDesa kerjasama IDFoS Indonesia dengan Pertamina EP Cepu yang dilaksanakan di Desa Kaliombo, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro. (ika/kuh)

Sebarkan...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

IDFoS Indonesia © 2021
%d blogger menyukai ini: