Peningkatan Kapasitas untuk Relawan Baru

Capacity building all crew IDFoS Indonesia

Capacity building all crew IDFoS Indonesia

 

BOJONEGORO – Institute Development of Society (IDFoS) Indonesia menyelenggarakan Capacity Building atau peningkatan kapasitas bagi relawan baru. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Sabtu (26/11) di ruang pertemuan Pusat Belajar Guru (PBG), Jl. Rajawali No. 1 Bojonegoro.

Capacity Building merupakan pelatihan lanjutan dari pelatihan pertama pada Sabtu (19/11) di tempat yang sama. Bedanya, pelatihan kedua ini diisi dengan materi ke-IDFoS-an. Yakni, tentang gambaran, sejarah, visi dan misi, serta perkembangan IDFoS Indonesia dari masa ke masa. Pematerinya disampaikan langsung oleh pendiri IDFoS Indonesia sekaligus Ketua Dewan Pembina, Imam Fachrudin.

Dimulai pukul 09.00 WIB, acara diikuti oleh kurang lebih 15 orang yang terdiri dari koordinator Divisi, staf Divisi, dan seluruh relawan. Hadir juga, Direktur Pelaksana IDFoS Indonesia Joko Hadi Purnomo, Dewan Pengurus Yayasan IDFoS Indonesa Ahmad Taufiq, dan Alexander Mubarok.

Mengawali dengan sambutan, Direktur IDFoS, Joko Hadi Purnomo memberikan penjelasan terkait Capacity Building yang akan diisi penuh oleh Imam Fachrudin. Karena, pada pelatihan sebelumnya tidak bisa hadir.

Dalam kesempatan itu, seluruh staf dan relawan IDFoS dibawa pada peristiwa 17 tahun silam, periode awal terbentuknya IDFoS Indonesia. Diceritakan oleh pendiri IDFoS Indonesia yang saat ini sebagai Direktur Pare Institute Kediri, bahwa IDFoS Indonesia terbentuk pada tahun 1999.

IDFoS dibentuk oleh para eksponen eksponen Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Bojonegoro yang melakukan pemantauan pemilu terbuka pertama paska orde baru pada 1999. Usai pemilu, IDFoS pun dideklarasikan.

Karena merupakan civil society pertama yang lahir di Bojonegoro, ketika itu IDFoS Indonesia mendorong adanya Civil Society. Setelah beberapa tahun berjalan, guna membuka saluran berekspresi, IDFoS juga ikut mendorong terbentuknya Organisasi Petani Independen (OPI) dan Serikat Pemuda Banyuurip (SPBU) yang akhirnya terwadahi dalam asosiasi LSM di Bojonegoro.

Selama 17 tahun mengabdi, IDFoS Indonesia memfoskuskan diri pada tiga bidang. Yakni, pemberdayaan masyarakat, riset dan advokasi. Sejak tahun awal terbentuknya, IDFoS Indonesia telah bekerja sama dengan berbagai pihak. Baik dari dalam maupu luar negeri. Sebut saja USAID, LP3ES, YAPPIKA, INSIST Yogyakarta, ExxonMobil Cepu Limited, AIPJ (Australia Indonesia Partnership for Justice) dan pemerintah daerah setempat. (yok)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IDFoS Indonesia © 2016 Frontier Theme
%d bloggers like this: