Pelatihan Penguatan Manajeman Pengelola HIPPAM Jatimulyo-Tambakrejo

Pelatihan Manajemen Pengelola Air bersih JatimulyoBOJONEGORO – Tahapan lanjutan setelah sosialisasi Program Pelatihan Penguatan Organisasi dan Peningkatan Kapasitas Pengelola Akses Air Bersih Desa Jatimulyo, Kecamatan Tambakrejo adalah pemberian pelatihan bagi pengelola HIPPAM.Kegiatan tersebut diikuti warga Jatimulyo yang terdiri dari tokoh pemuda, tokoh masyarakat, dan perwakilan perempuan. Pelatihan berlangsung selama 4 hari (20-23 Oktober 2016) yang bertempat di Gedung Penyuluhan Keluarga Berencana (KB) Kecamatan Tambakrejo.

Hari pertama diawali dengan pembukaan pelatihan yang dihadiri oleh Kasi PMD kecamatan setempat, sekretaris Desa Jatimulyo, Program Manager IDFoS Eko Tristiyanto, dan peserta 20 orang.

Pelatihan tersebut dilaksanakan untuk meningkatkan kemampuan dan penguatan manajemen pengelola air bersih berbasis teknologi. Harapannya adalah meningkatkan tata kelola usaha air bersih (HIPPAM) di Desa Jatimulyo.

Hari kedua diisi dengan pemberian materi terkait Analisa Biaya Modal dan Struktur modal, penganggaran modal. Restrukturisasi, resiko dan hasil pada kekayaan yang disampaikan oleh direktur IDFoS, Joko H. Purnomo. Dilanjutkan materi pengadministrasian dan pengelolaan organisasi yang disampaikan oleh Laily Mubarokah, koordinator Divisi Perempuan IDFoS.

Hari ketiga materi terkait akuntansi seperti pencatatan dan pelaporan, penataan dan penguatan organisasi, pengembangan strategi komunikasi organisasi, manfaat dan tujuan kelayakan usaha dan aspek aspek dalam analisis kelayakan usaha.

Hari terakhir dilanjutkan dengan materi analisa finansial usaha, praktek analisa, dan rencana pengembangan usaha ditutup dengan rencana tindak lanjut. Pelatihan yang dilaksanakan selama 4 hari tersebut dimulai mulai pukul 08.00 WIB dan berakhir pada pukul 16.00 WIB dan di hari terakhir selesai pukul 12.00 WIB.

Program Pelatihan, Penguatan Organisasi dan Peningkatan Kapasitas Pengelola Akses Air Bersih ini merupakan program Corporate Social Responsibility (CSR) kedua yang dikeluarkan oleh Pertamina EP Cepu kepada Desa Jatimulyo.

Diberitakan sebelumnya, CSR pertama berupa pemberian bantuan dua buah sumur beserta dua buah toren (penampungan air) dan 10 saluran sambungan rumah. kades Jatimulyo Teguh Widarto mengatakan, pelaksanaan bantuan pertama berjalan dengan baik.

Meski harus melewati perjalanan sulit, dari bantuan awal 10 sambungan rumah kini menjadi 291 sambungan rumah. Sehingga, diperlukan peningkatan kapasitas dan manajemen untuk mengelola usaha air bersih tersebut. Yakni melalui penguatan kelembagaan pengelola yang saat ini baru berjalan. (iwd/yok)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IDFoS Indonesia © 2016 Frontier Theme
%d bloggers like this: