Musdes Pengesahan AD/ART BUMDes Belun

Sambutan dari perwakilan BPMPD, Jumari dalam Musyawarah Desa terkait pengesahan AD/ART Bumdes Karya Mandiri Desa Belun.

 

BOJONEGORO – Didampingi oleh IDFoS Indonesia, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Belun, Kecamatan Temayang, Bojonegoro menyelenggarakan Musyawarah Desa terkait pengesahan AD/ART Bumdes Karya Mandiri Desa Belun. Acara dilaksanakan di balai desa setempat pada Kamis (27/04/2017).

AD/ART tersebut berfungsi untuk menggambarkan mekanisme kerja BUMDes dan dijadikan sebagai rujukan dalam pengelolaan agar sesuai dengan prinsip-prinsip tata kelola BUMDes.

Dalam pengesahan AD/ART ini hadir juga, dari Komisi A DPRD; Dony Bayu Setyawan, jajaran satuan kerja pemerintah daerah  (SKPD) Bojonegoro, seperti Bappeda, BPMPD, serta Camat temayang; Muhlisin.

Selanjutnya dari Pemerintahan Desa seperti Kades, perangkat desa, BPD, tokoh masyarakat, pemuda, PKK dan karang taruna.

Kegiatan yang dimulai pukul 09.25 itu diawali pembukaan, selanjutnya sambutan-sambutan. Sambutan pertama  dari Kepala Desa Belun, Bambang Sujoko, kemudian sambutan Direktur IDFoS Indonesia, Joko Hadi P. Setelah   itu sambutan dari Camat Temayang; Muhlisin.

Dilanjut dengan sambutan dari perwakilan BPMPD, Jumari. Kemudian dari  Komisi A DPRD, Doni Bayu Setyawan, disusul sambutan oleh perwakilan BAPPEDA, Ike. Selanjutnya dari Bank Jatim, Anwar dan yang terakhir dari Ketua Bumdes Belun, Sohib.

Usai sambutan, acara dilanjutkan dengan Pengesahan AD/ART oleh Kades Belun. Dalam AD/ART tersebut tercantum bahwa Pemerintah Desa Belun mendirikan Badan Usaha Milik Desa dalam upaya meningkatkan pendapatan masyarakat Desa sesuai dengan kebutuhan dan potensi Desa. Dengan nama Badan Usaha Milik Desa “KARYA MANDIRI”

Kemudian, dilanjutkan dengan presentasi oleh Ketua BUMDes terkait rencana usaha agrowisata yang akan dijalankan. Sohib menyampaikan, setelah pengesahan AD/ART, kami berencana ingin membangun ciri khas Desa Belun yaitu kebun kelengkeng.

“Sehingga rencana agrowisata untuk 10 tahun ke depan sudah kami buat, agar berjalan sesuai rencana,” imbuhnya.

Masih menurut Sohib, untuk tahapannya, di tahun 2016 lalu, 380 pohon kelengkeng ditanam dilahan seluas ± 1 HA, kemudian pada tahun 2017 pohon kelengkeng masih tahap perawatan.

Selanjutnya, ditahun 2018 kelengkeng panen. ”Dari hasil panen perdana, dapat dijadikan sebagai acuan layakkah kita melangkah ke tahun selanjutnya, kalau buah manis dan harga jual tinggi, harapan dari kami satu persatu dari masyarakat Belun akan ikut menanam kelengkeng dan desa kita nanti akan menjadi desa budidaya kelengkeng,” ujarnya.

Rencananya, di tahun 2019, pihaknya membuat bangunan tambahan yakni agrowisata, untuk menarik wisatawan dari berbagai lapisan masyarakat. Jadi tidak hanya kelengkeng yang ditanam, tapi juga membangun agrowisata, kemudian membuat kolam renang, taman bermain, perawatan kelengkeng dan suvenir yang bekerja sama dengan Karang Taruna Desa Belun.

”Kemudian, pada 2020 setelah panen, kita mencoba untuk membuat olahan dari kelengkeng. Selain agrowisata kelengkeng, kami juga ada rencana untuk penggemukan sapi,” terangnya.

Diharapkan melalui sistem koordinasi yang baik, kerja sama antar unit usaha dan lintas desa dapat berjalan dengan efektif dan pihak-pihak yang hadir saat ini bisa mendukung serta membantu hal-hal yang bisa dilakukan BUMDes Desa Belun ini.

Dalam kegiatan ini Pemdes Belun bekerja sama dengan Institute Development of Society (IDFoS) Indonesia untuk melakukan pendampingan BUMDes. Selain Desa Belun yaitu Desa Ngujung dan Pandantoyo, Kecamatan Temayang juga berkerja sama dengan IDFoS untuk melakukan pendampingan BUMDes. (ika/yok)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IDFoS Indonesia © 2016 Frontier Theme
%d bloggers like this: