Mpok Damira Terima Bantuan Armada Angkutan Sampah

BOJONEGORO – Kelompok Dalem Mandiri Sejahtera atau yang lebih dikenal dengan Mpok Damira adalah kelompok pengelola sampah yang terbentuk pada bulan Mei 2015. Mpok Damira adalah hasil dari Program Persampahan untuk Ekonomi Alternatif tahun 2014 atas kerjasama antara ExxonMobil Cepu Ltd dan IDFoS Indonesia.

Mpok Damira yang berlokasi di Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander, Bojonegoro tersebut, saat ini sudah mampu beroperasi secara mandiri. Tujuan kelompok ini terbentuk adalah sebagai percontohan kepada masyarakat bahwa sampah yang dikelola dengan benar dapat menjadi alternatif untuk meningkatkan perekonomian di masyarakat.

Kegiatan utama kelompok adalah mengelola sampah-sampah warga di sekitar area kelompok dengan mengambil sampah tersebut setiap hari kemudian memilahnya.

Sampah yang masih mempunyai nilai ekonomi seperti kardus, duplex, dan sebagainya dipisahkan dan dimanfaatkan. Kemudian sampah yang tidak bisa dimanfaatkan (residu) dibuang ke TPS, sehingga residu yang terbuang di TPS volumenya berkurang.

Seiring perjalanannya, bantuan yang diberikan pada saat program 2014 sangat bermanfaat bagi Mpok Damira. Salah satunya kendaraan angkut sampah roda tiga. Kendaraan ini sangat menunjang operasional keseharian kelompok terutama untuk mengambil sampah di rumah-rumah warga.

Dalam Program Aksi Sehat periode tahun ini, Mpok Damira kembali menjadi salah satu sasaran program. Output yang harus dicapai pada program kali ini adalah berjalannya bisnis pengolahan sampah anorganik yaitu plastik cacah, yang mana Mpok Damira sudah memiliki mesin pencacah plastik (bantuan program 2014) dengan kapasitas 30 kg/jam.

Agar dapat berproduksi lancar dalam 1 minggu kelompok harus mendapat sampah plastik sebanyak minimal 1 ton setiap minggu. Namun realitanya kelompok baru mampu mendapatkan sampah plastik sebanyak 1 ton dalam waktu 3,5 bulan (tidak membeli di pengepul, tapi di toko-toko, pasar dan hasil pilah sampah rumah tangga).

Di tahun ini Mpok Damira mendapatkan bantuan 1 armada angkut sampah roda tiga untuk memperluas area pengambilan sampah. Karena setelah hampir 3 tahun mengambil sampah warga, satu kendaraan roda 3 hanya mampu melayani 130 rumah.

Dengan bertambahnya kendaraan angkut sampah, harapannya dapat mengembangkan usaha pengambilan sampah ke rumah-rumah warga yang belum terjangkau dengan begitu dapat mempercepat durasi perolehan bahan baku plastik cacah dari sampah gratis warga. Sehingga dengan dua kendaraan angkut, Bahan baku lancar produksi juga lancar. (ika/yok)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IDFoS Indonesia © 2016 Frontier Theme
%d bloggers like this: