Match Making Dialog Wujudkan Kota Layak Anak

Pelaksanaan Match Making Dialog III oleh TaskForce Jatim Konsil LSM Indonesia

 

MALANG – IDFoS Indonesia bersama NGO anggota Konsil LSM Indonesia wilayah Jawa Timur yang tergabung dalam Task Force Konsil LSM Indonesia, baru-baru ini menyelenggarakan Match Making Dialog atau diskusi interaktif  terkait upaya mewujudkan Kota Layak Anak (KLA) dan  pemanfaatan Corporate Social Responsibility (CSR).

KLA merupakan sistem pembangunan yang berbasis anak yaitu sistem pembangunan pemerintah daerah yang mengintegrasikan komitmen dan sumber daya pemerintah, masyarakat dan dunia usaha yang terencana secara menyeluruh dan berkelanjutan yang dituangkan dalam kebijakan, program, dan kegiatan.

Indonesia telah meratifikasi Konvensi Hak Anak sejak 5 September 1990, dan tertuang dalam Undang-Undang 1945 Pasal 28 B (2), dan operasionalnya pada Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, untuk menstransformasikan hak anak ke dalam proses pembangunan.

Dialog yang mengambil tema “Sinergi Multi Pihak dalam Upaya Mewujudkan Kota Layak Anak”, menghadirkan tiga stakeholder utama. Yakni, LSM, perusahaan, dan Pemerintah. Acara tersebut dilaksanakan pada Kamis (27/07/2017) Hotel Trio Indah, Jln Brigen Slamet Riyadi 1-3 Oro-oro Dowo Klojen, Kota Malang.

Dialog yang mengundang tiga elemen (LSM, Perusahaan, Pemerintah) dimaksudkan agar dapat saling menyamakan persepsi dan berkomitmen untuk menciptakan lingkungan ramah anak. Dengan harapan bahwa perusahaan akan mempertimbangkan program-program CSR-nya untuk melakukan pemberdayan terkait anak atau dalam setiap kegiatan CSR-nya mementingkan kepentingan anak.

Kegiatan dimulai dengan sambutan oleh Host Task Force Jatim, Sunariyo (IDFoS Indonesia). Dalam sambutannya, pria yang akrab disapa Yoyok tersebut  menyampaikan bahwa setiap LSM harus memiliki akuntabilitas untuk membangun kepercayaan publik agar tidak dianggal sebagai LSM abal-abal.

Yoyok juga memaparkan tentang Konsil LSM serta beberapa kegiatan dan kemitraan yang pernah dilakukan oleh anggota Task Force Jatim. Usai sambutan, acara dilanjutkan dengan pemaparan  dari narasumber.

Narasumber pertama dari Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Malang, Pantjaningsih. Dia berbicara tentang Kebijakan Kabupaten Malang dalam Mewujudkan Kabupaten/Kota Layak Anak. Narasumber kedua, Nurlailiyah, Perwakilan dari PT HOLCIM Indonesia Tbk yang berbicara tentang Community Relations.

Untuk mengawali diskusi setelah pemaparan materi dari narasumber, dilakukan sharing tentang pelaksanaan CSR dari perusahaan yang hadir. Dialog tersebut difasilitasi oleh Suti’ah (LPKP Malang) selaku fasilitator dari Task Force Jawa Timur.

Peserta yang hadir dalam Match Making Dialog terdiri dari tiga unsur, LSM, Pemerintah, dan Perusahaan. Unsur LSM, yang hadir adalah IDFoS Indonesia, LPKP, Paramitra, dan KPI Jatim.

Sedangkan unsur Pemerintah Provinsi, yang hadir dari Dinas Sosial Kota Malang, Disnaker Kota Malang, BAPPEDA Malang, Dinas PPPA Kab Malang. Dan dari unsur perusahaan adalah PG. Kebon Agung, PT. Nestle, PJB-UP Brantas, Bank Mandiri, PT. Holcim, PT. Telkom.

Di akhir kegiatan, dirumuskan kegiatan lanjutan dari Match Making Dialog III. Yakni, dari Task Force akan melakukan kunjungan ke beberapa perusahaan, antara lain PT. Holcim, PT. Nestle dan PJB-UP Brantas sebagai upaya menjalin komunikasi serta upaya untuk menjalin sinergi dalam pengelolaan CSR perusahaan. (ika/yok)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IDFoS Indonesia © 2016 Frontier Theme
%d bloggers like this: