Kick Off Meeting Program Infrastruktur

BOJONEGORO  –  Operator Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) bersama NGO Mitranya kembali menggulirkan program penunjang operasi di bidang ekonomi dengan pembangunan dan peningkatan intrastruktur perdesaan.

Program infrastruktur tersebut resmi dimulai setelah dilaksanakan kick off meeting pada Jumat (7/9/2016) di kantor EMCL. Kick off meeting dikuti oleh 11 NGO mitra EMCL. Di antaranya  adalah IDFoS Indonesia, Elsal, Gemati, Ademos, Bappeka, Fospora, LIMA 2B, SEC, Srikandi, LSPM, dan Farabi.

Dalam kick off meeting, berbagai persiapan pelaksanaan program Infrastruktur dibahas. Menurut Manajer Program Infrastruktur IDFoS, Sunariyo, program infrastruktur akan melibatkan 50 desa yang didampingi 11 LSM dengan 54 kegiatan fisik. Dengan periode program selama 4-6 bulan.

Dalam program ini, IDFoS akan mendampingi 10 desa yang tersebar di dua kabupaten, Bojonegoro dan Tuban. Antara lain, Desa Gayam, Brabowan, Begadon, Ringintunggal, Pekuwon, Ngimbang, Cendoro, Pucangan, Glodog, dan Karangagung.

“Dengan dilaksanakannya kick off meeting, program infrastruktur sebagai kegiatan penunjang operasi telah resmi dimulai. Selain itu, dalam pertemuan kemarin juga disampaikan informasi desa-desa yang didampingi masing-masing NGO mitra,” ungkap Yoyok, panggilan akrab Sunariyo.

Ditambahkan, untuk mekanisme pelaksanaan program, akan dimulai dengan koordinasi- koordinasi. Baik  di tingkat desa, kecamatan, dan kabupaten. Setelahnya kegiatan musyawarah sosialisasi desa, pembentukan tim pelaksana pembangunan, pelatihan Timlak, perencaan fisik, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi dan diakhiri dengan hand over.

Masing-masing desa yang telah ditentukan menjadi lokasi desa sasaran program akan mendapatkan bantuan perbaikan dan peningkatan infrastruktur desa sesuai dengan kebutuhan dan prioritas yang telah diajukan dalam proposal sebelumnya. Namun, tidak menutup kemungkinan bentuk pembangunan akan menyesuaian pihak desa.

“Hasil assessment awal dari EMCL sudah ada, namun tidak menutup kemungkinan akan ada perubahan sesuai dengan musyawarah dengan warga dalam sosialisasi nantinya,” kata pria yang juga koordinator Divisi Riset dan TI IDFoS Indonesia tersebut. (iwd/yok)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IDFoS Indonesia © 2016 Frontier Theme
%d bloggers like this: