Gelar Rembug Santri Sosialisasi di Ponpes Al-Rosyid

Foto bersama seusai acara sosialisasi program Persampahan Berbasis Masyarakat

BOJONEGORO – Program Pengelolaan Persampahan Berbasis Masyarakat yang difasilitasi oleh IDFoS Indonesia dan diprakarsai oleh EMCL menggelar Rembug Santri Sosialisasi. Kegiatan dihelat di Pondok Pesantren Al-Rosyid Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander, Bojonegoro, Jum’at (11/01/2019).

Bertempat di Aula Pondok Pesantren Al-Rosyid, acara diikuti kurang lebih 40 orang dari berbagai unsur. Yakni, unsur Dinas Lingkungan Hidup, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Rosyid, ExxonMobil Cepu Limited, Kepala Desa dan Perangkat Desa Ngumpak Dalem, serta Kepala Sekolah MA, MTs dan MI Al-Rosyid.

Juga, Ketua Sekolah Tinggi Ekonomi Bisnis Islam Al-Rosyid, Pengurus Pengelola Sampah Al-Rosyid, Pengurus Pondok dan Osis Al-Rosyid, Pengguna TPS Al-Rosyid, Kelompok Dalem Mandiri Sejahtera (Mpok Damira) dan IDFoS Indonesia

Rembug warga diawali dengan sosialisasi program oleh Rizal Zubad, selaku Koordinator program dari IDFoS Indonesia. Kemudian disusul dengan sambutan-sambutan dan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab.

Acara rembug tersebut merupakan salah satu tahapan awal program yang bertujuan untuk pengenalan program (penyampaian tujuan program dan kegiatan-kegiatan dalam program); menyamakan pemahaman terhadap program serta untuk menggalang  dukungan demi mensukseskan program.

Pondok Pesantren Al-Rosyid adalah pondok dengan santri terbanyak di Bojonegoro. Dengan jumlah santri dan warga pondok pada tahun 2018 lebih dari 2.000 orang. Disana sampah domestik yang dihasilkan setiap harinya sebanyak 3m3.

Komposisi rata-rata sampah domestik tersebut adalah 0,7 m3 sampah organik; 1,3 m3 sampah anorganik yang masih dapat dijual, dan 1 m3 residu yang dibuang ke TPA Bojonegoro. Sehingga dengan kondisi tersebut diperlukan inovasi agar Pondok Pesantren Al-Rosyid menjadi contoh lingkungan yang zero waste.

Pondok Pesantren Al-Rosyid memiliki potensi sampah yang cukup banyak dalam satu lingkungan kawasan tertutup dan terkelola. Kemudian memiliki subsidi operasional keseharian dibiayai oleh pondok.

Selain itu juga memiliki fasilitas pendukung pengelola sampah seperti lokasi pemilahan sampah tertutup, alat pengolah sampah organic (komposter dan mesin pencacah sampa organik), mesin pencacah sampah plastik, kanor dan perlengkapannya, fasilitas listrik dan air sudah tersedia

Dan yang utama adalah memiliki sumber daya manusia yang cukup banyak termasuk di dalamnya adalah relawan santri.

Diketahui bahwa, bahaya mengelola sampah secara tidak tepat dapat menjadi ancaman, maka dari itu dalam Program Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat di Pondok Pesantren  Al-Rosyid dalam hal ini ExxonMobil Cepu Limited bermitra dengan IDFoS Indonesia mencoba menerapan inovasi dalam hal mengelola sampah dengan mengubahnya menjadi energi panas.

Pemanfaatan panas hasil pembakaran yang dihasilkan dapat dijadikan energi untuk proses produksi yang lebih bermanfaat seperti untuk alat perubah plastik menjadi BBM atau untuk pemanfaatan yang lain.

Program tersebut akan memberikan manfaat kebersihan dan kesehatan kepada warga ponpes melalui Pengelolaan Sampah dan inovasi pengelolaan sampah plastik, yang mana program tersebut merupakan bagian dari Program Pendukung Operasi (PPO) yang diprakarsai oleh EMCL dengan dukungan SKK Migas. (ika/yok)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IDFoS Indonesia © 2016 Frontier Theme
%d bloggers like this: