Fase Kemadirian,Program pengambangan Usaha BUMDes

BUMDes yang telah berdiri dan mempunyai aktifitas usaha serta kelengkapan operasional fase terakhir adalah kemandirian, Tahap kemandirian adalah tahap dimana BUMdes mampu mengelola organasasi tanpa ada campur tangan dari pemerintah. Pada tahap ini posisi Lembaga pendamping dan pemerintah hanya sebagai patner usaha. Lingkup kegiatan yang dilaksanakan pada membangun jaringan usaha antar pelaku BUMDes dengan pelaku usaha,BUMDes BUMDes tersebut membentuk sebuah kemitraan atau kerja sama dengan para pelaku usaha swasta/BUMD/BLUD/Perbankan yang ditandai dengan adanya MoU antara BUMDes dengan Para pelaku usaha,dengan adanya kemitraan tersebut diharapkan BUMDes bisa mengambil beberapa manfaat antara lain untuk kemudahan akses permodalan,perluasan produk dan usaha, dan sebagai sarana komunikasi dalam rangka peningkatan sumberdaya BUMDes.

Dalam tahap kemandirian ini BUMDes dianggap sudah mampu untuk mengelola Usaha sendiri tanpa campur tangan pemerintah dan lembaga pendamping, namun dalam tahap ini pemerintah akan memfasilitasi dengan memberikan akses kepada tenaga konsultan, peran pendamping pada fase penguatan dan pengembangan akan digantikan oleh tenaga Konsultan yang bisa direkrut sendiri oleh BUMDes,sesuai dengan kebutuhan misalnya BUMDes membutuhkan konsultasi untuk Bisnis Plan maka bisa merekrut Konsultan dari lembaga konsultan sesuai kompetensi yang dibutuhkan,tenaga konsultan yang disediakan pun telahDiskusi BUMDesa dengan Bappeda mengikuti proses pelatihan dan sertifikasi program BUMDes yang pada tahapan ini disebut Konsultan BUMDes, adapun perekrutan konsultan BUMDes ini adalah kewenangan dari BUMDes sendiri,dengan adanya konsultan ini diarahkan untuk memaksimalkan kinerja BUMDes sebagai lembaga usaha desa yang professional,peran konsultan disini lebih pada konsultasi untuk BUMDes yang sudah mandiri agar lebih berkembang lagi dalam skala yang lebih luas,baik bidang usahanya,pemasaran produknya,kualitas SDM nya,sehingga BUMDEs akan benar benar menjadi lembaga usaha yang professional sebagai penggerak kegiatan perekonomian yang ada di desa yang tujuan akhirnya adalah pada kesejahteraan masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IDFoS Indonesia © 2016 Frontier Theme
%d bloggers like this: