Dorong Perempuan Jadi Entrepreneur Berbasis Digitalisasi

BOJONEGORO – Revolusi industry terus mengalami pergeseran. Sekarang ini sudah yang keempat kalinya, yang lazim disebut Revolusi Industri 4.0. Tentu  tantangannya jauh lebih besar. Meski demikian, sebagai  generasi milenial atau biasa disebut Generasi Z, kita harus siap untuk menghadapinya.

Demikian dikatakan Khozanah Hidayati, anggota DPRD Jawa Timur, dalam diskusi Kuliah Umum bertema “Generasi Z dan Revolusi Industri”  di Pendopo Malowopati Jl. Mastumapel No.1 Bojonegoro pada Jum’at (19/10/2018) lalu.

“Hasil dari data BPS perempuan terserap hanya 30%  dan ini saya rasa masih kurang. Untuk itu kaum perempuan khususnya generasi muda harus berpikir ke depan apa yang bisa dilakukan sehingga peran perempuan di segala segmen paling tidak bisa menyetarai laki-laki,” katanya.

Menurut dia, yang bisa dilakukan kaum perempuan untuk menghadapi revolusi industri 4.0 adalah dengan digitalisasi. Karena, banyak hal yang terjadi saat ini menggunakan komputer dan internet. “Dengan internet dan gadget yang kita punya kita bisa berbuat banyak, misalnya dengan menjadi entrepreneur,” imbuhnya.

“Perempuan harus menjadi entrepreneur di rumah sendiri,  dengan gadget kita bisa menghasilkan uang sehingga dengan menghasilkan uang perempuan bisa berdaya,” ujar perempuan yang akrab disapa Bu Ana tersebut.

“Saya sebagai wakil dari masyarakat Bojonegoro dan Tuban, tentunya mengharapkan campur  tangan pemerintah dalam hal affirmative action ke depan dengan tidak mengutamakan laki-laki di jurusan yang ada hubunganya dengan teknik informatika dan komputer,” ungkapnya.

Karena kebanyakan yang mengambil jurusan informatika dan komputer pasti laki-laki, perempuan juga harus bisa mengambil posisi di situ. “Kita sebagai generasi muda tentunya  harus siap menghadapi masadepan,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Khozanah Hidayati memaparkan pandangannya terkait Generasi Perempuan Milenial dan Kebijakan. Selain Khozanah Hidayati juga ada dua narasumber lainnya yaitu Sugeng Subagijo (Direktur INFID), dan Arie Sujito (Akademisi UGM). (ika/yok)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IDFoS Indonesia © 2016 Frontier Theme
%d bloggers like this: