Desa Sudu Kembangkan Kawasan Bebas Sampah

Penandatanganan nota kesepakatan dukungan antar pihak

BOJONEGORO – Desa Sudu, Kecamatan Gayam mulai mengembangkan Kawasan Bebas Sampah dari yang sebelumnya hanya berbentuk kelompok dengan bank sampahnya.

Pengembangan kawasan ini merupakan kerjasama Pemdes Sudu dengan ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) dan Institute Development of Society (IDFoS) dalam Program Akses Sanitasi Bersama Masyarakat (Aksi Sehat). Program ini dilaksanakan dari Desember hingga Mei 2018.

Sebagai rangkaian program, Selasa (30/01/2018) dilaksanakan musyawarah warga pengembangan Kawasan Bebas Sampah. Acara dihadiri pihak kecamatan Gayam, EMCL, dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bojonegoro.

Dalam puncak kegiatan tersebut dilakukan penandatanganan nota kesepakatan dukungan antar pihak. Disaksikan sekitar 50 masyarakat Dusun Kembangan dan Pemdes Sudu, hari ini lebih menekankan pada pemberian motivasi untuk masyarakat serta komitmen untuk mendukung pengembangan Kawasan Bebas Sampah di Desa Sudu.

Dalam sambutannya, Tri Kasih, Kades Sudu menyatakan, dalam pengembangan kawasan ini harus diawali dengan niat untuk menjadikan hidup dan lingkungan lebih sehat. ”Masalah lomba dan hadiah itu adalah bonus dari perilaku hidup bersih dan sehat,” katanya.

Kades juga menyampaikan bahwa pemdes telah menganggarkan perbaikan drainase untuk memperlancar saluran air pembuangan di lokasi kawasan, dimana kawasan tersebut telah disepakati di Dusun Kembangan Desa Sudu.

Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup, Mahmudi, mengatakan dalam kegiatan ini masyarakat harus bersungguh-sungguh mewujudkan kawasan yang bersih dan sehat.

Edi Nusantara selaku Kabid Kemitraan DLH menambahkan, kawasan tersebut diharapkan juga mendukung Program Gerbang Bojonegoro Bersinar dengan beberapa indikator. Di antaranya adalah adanya pengelolaan sampah, bank sampah, keindahan, kerindangan, dan resapan. Dalam penanaman juga sebaiknya mendukung icon Bojonegoro yaitu menanam bunga bougenvile.

Perwakilan ExxonMobil Cepu Limited, Rifki Romadhon, menyatakan program ini sudah dimulai sejak tahun 2016 sehingga saat ini fokusnya dalah membentuk kawasan yang Asri dan bebas sampah. ”Jadi, jika ada yang ingin berkunjung bisa langsung melihat dan merasakan suasana nyaman, bersih dan asri,” katanya.

”Sesuai dengan nama dusunnya yaitu Kembangan, kawasan ini diharap dapat menjadi Bunganya Desa Sudu, serta kegiatan dan kelompok yang ada dapat berkembang seperti namanya,” terang Rizal Zubaid Firdaus, manajer program dari IDFoS Indonesia saat menutup sambutannya. (rizal)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IDFoS Indonesia © 2016 Frontier Theme
%d bloggers like this: